Mengapa berbagi data yang efisien sangat penting untuk manajemen darurat yang efektif – Konten yang Dipromosikan
Partner Content

Mengapa berbagi data yang efisien sangat penting untuk manajemen darurat yang efektif – Konten yang Dipromosikan

Dengan pandemi global COVID-19, banjir dan kebakaran hutan di belahan bumi utara, dan musim panas Australia yang panjang di depan, memiliki kemampuan untuk berhasil mengelola peristiwa darurat tidak pernah lebih kritis.

Aparat kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga medis, dan angkatan bersenjata harus dapat bergerak cepat dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan apa pun yang dihadapi bangsa ini. Kegagalan untuk mencapai hal ini dapat menyebabkan kerugian harta benda dan kehidupan yang menghancurkan.

Pemerintah di semua tingkatan juga memiliki peran kunci – mulai dari koordinasi dan kepemimpinan tingkat tinggi hingga alokasi sumber daya kepada mereka yang membutuhkan, departemen dan lembaga harus mampu merespons dan memberikan dukungan yang diperlukan secepat mungkin.

Kekuatan data

Respons yang efektif terhadap keadaan darurat semakin mengandalkan akses ke data. Data ini dapat berupa apa saja mulai dari jumlah kasus COVID-19 dan persediaan vaksinasi hingga pergerakan kebakaran hutan, prakiraan banjir, dan tingkat rawat inap di rumah sakit.

Yang menggembirakan, pemerintah Australia telah mengindikasikan bahwa mereka memprioritaskan cara berbagi data yang berkaitan dengan bencana alam dan keadaan darurat. Awal tahun ini, Kabinet Nasional Australia menandatangani perjanjian antar pemerintah yang mewajibkan semua negara bagian dan teritori untuk berbagi data antar yurisdiksi secara default.

Langkah ini disambut baik, tetapi ini hanya langkah pertama dalam perjalanan menuju berbagi data yang sebenarnya di dalam dan di antara pemerintah. Selain menetapkan kebijakan, sektor publik harus bergerak cepat untuk menyiapkan infrastruktur yang dapat mengubah kebijakan tersebut menjadi tindakan.

Kemajuan global

Di seluruh dunia, ada beberapa contoh menarik tentang seberapa efisien berbagi data telah digunakan sebagai bagian dari respons terhadap peristiwa darurat.

Di Amerika Serikat, California Department of Technology (CDT) telah menggunakan Snowflake untuk membuat lokasi terpusat untuk semua data terkait COVID-19. Dengan memanfaatkan Cloud Data Snowflake, CDT dapat membagikan data tersebut dengan aman kepada lembaga dan departemen negara bagian, serta mitra seperti rumah sakit dan penyedia vaksin.

Alih-alih membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menyiapkan dan menjalankan infrastruktur yang diperlukan, seperti yang sering terjadi pada pemerintah, seluruh platform beroperasi penuh hanya dalam beberapa hari. CDT sekarang memiliki satu sumber kebenaran untuk mendukung pertempuran berkelanjutannya dengan virus.

Pendekatan serupa untuk pengelolaan data COVID-19 telah dilakukan oleh Kota San Francisco. Kota ini telah menciptakan hub terintegrasi yang disebut Pusat Operasi Darurat (EOC). Hub ini digunakan untuk memusatkan data seputar pembelian dan distribusi alat pelindung diri (APD).

Dengan menggunakan Cloud Data Snowflake, EOC telah mampu memberikan pandangan terkonsolidasi tentang jumlah APD, di mana mereka berada, dan bagaimana mereka perlu didistribusikan. Hub itu dikerahkan dalam waktu kurang dari seminggu.

Pelajaran yang didapat

Contoh-contoh penyebaran platform data yang cepat oleh badan-badan pemerintah dengan jelas menunjukkan manfaat yang dapat diberikan. Daripada tetap berada di silo yang terputus di beberapa lokasi, data dibuat mudah diakses oleh mereka yang membutuhkannya.

Konsolidasi ini juga membantu meningkatkan keandalan dan Integritas data secara signifikan. Seperti halnya CDT, data dapat diserap dari berbagai sumber dan digabungkan untuk menyediakan satu sumber kebenaran yang dapat diandalkan.

Konsolidasi data juga dapat membantu mengatasi tantangan keamanan yang efektif. Pemerintah perlu memastikan lingkungan data yang aman dan terjamin tersedia untuk memungkinkan berbagi data antar lembaga dan dengan pihak lain.

Instansi pemerintah telah menerapkan fitur keamanan asli Snowflake untuk mencegah identifikasi ulang identitas warga negara yang dilindungi dan melindungi dari serangan siber. Snowflake juga telah menyelesaikan penilaian Program Penilai Terdaftar Keamanan Informasi (IRAP) yang memastikan pembagian data terjadi dengan cara yang aman dan terlindungi.

Langkah selanjutnya

Dengan pandemi COVID-19 yang kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama, dan potensi peristiwa darurat lainnya terjadi kapan saja, pemerintah Australia perlu bertindak sekarang untuk menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk berbagi data yang efektif.

Untuk memandu upaya ini, para pemimpin negara bagian telah menyetujui pembentukan Jaringan Data Australia, namun detail tentang apa yang sebenarnya akan terdiri dari ini belum diungkapkan.

Dengan memanfaatkan Cloud Data Snowflake, pemerintah Australia dapat mencapai berbagi data yang aman dan efektif dengan cepat dan hemat biaya. Seperti yang telah ditunjukkan oleh CDT dan Kota San Francisco, dalam beberapa minggu atau bahkan hari, mungkin untuk mencapai apa yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Sekarang saatnya beraksi.

Baca artikel lain dalam seri ini:

Posted By : angka keluar hongkong